Rabu, 08 Januari 2014

Penyebab Umum Kantung Mata

Setiap wanita sering kali bermasalah dengan kantung mata. Tidak banyak di antara mereka sering ngeluh akan hal ini, karena dapat membuat wajah keliatan kusam sehingga menganggu penampilan. Penyebabnya beragam.

Penyebab umum tidak sehatnya kantung mata :

1. Begadang/lelah
Tentu semuanya sudah pasti tau, kantung mata kita bisa menadi gelap apabila sering begadang. Atau yang sering disebut mata panda. Apabila ini sudah terjadi, agak sedikit susah dihilangkan apalagi yang berwarna lebih gelap. Salah satu cara ampuh biar kantung mata normal kembali, dengan tidur minimal 8 jam sehari, hal ini cukup efektif untuk mengurangi mata panda.

2. Nangis
Terlalu lama menangis, juga menjadi penyebab bengkaknya kantung mata. Apalagi kalau setelah nangis kita tidur, dan bangunnya kantung mata pasti bengkak. Ini disebabkan karena adanya cairan ter perangkap pada bagian bwah mata. Supaya bengkak tadi cepat ilang, bisa mengusapnya dengan air panas. Usap secara perlahan-lahan, tunggu beberapa menit, bengkak tadi akan secara perlahan hilang.

3.Alergi
Alergi  bisa menjadi penyebab bengkaknya kantung mata.Alergi karena dingin bisa membuat mata agak merah dan kantung mata juga membengkak. Atau bisa juga dikarenakan karena sering mengusap mata. Hal ini tergantung pada tingkat sensitif kulit pada setiap orang

4.Faktor Usia
Sering kita melihat nenek atau kakek yang pada bagian bawah matanya bengkak. Hal itu wajar karena kolagen yang dihasilkan pada kulit menyebabkan kulit  menjdai tipis, dan pembuluh darahdi bagian bawah mata jadi lebih terlihat.

5.Pola Makan
Salah satu hal yang sering diabaikan yaitu pola makan. Pola makan yang tidak teratur juga bisa membuat kantung mata terlihat kusam. Sering meminum alkohol, kopi, merokok ditambah kurangnya asupan gizi, semakin membuat lingkaran mata menjadi tidak sehat. Atur pola makan yang sehat agar tubuh tetap terjaga dan rentan dari penyakit.


Film-Film yang Menguras Air Mata

Kali ini saya akan merekomendasikan film-film yang pernah membuat saya terharu. Ketika pertama nonton itu masih biasa, Tapi saat pertengahan film ??? sedih bukan main...

My Mom Aka Long Visit
Film ini menceritakan perjuangan atau kesabaran seorang ibu untuk mempertahankan keluarga. Suaminya yang selalu memukilinya bekerja sebagai sopir. Jisuk , putri kesayangan ibunya, Beliau  sangat perhatian kepada putri sulungya itu walaupun Jisuk memiliki seorang adik.

Pada  saat itu, Jisuk mendapat beasiswa di Seoul dan ia harus meniggalkan tempat tinggalnya. Ibunya bangga sekaligus khawatir dengan kondisi anaknya. Sering ibunya datang ke seoul untuk menjenguk Jisuk sekaligus membawa makanan kesayangan putrinya itu. Suatu ketika, Jisuk menemukan sosok pria idamannya. Tapi hubungan mereka tidak disetujui oleh orang tua si pria. Karena ia tidak ingin anak laki-lakinya nikah dengan keluarga miskin. Mendengar hal itu ibu Jisuk sangat marah. Karena melihat anaknya (Jisuk) tersiksa cuma karena keadaan orang tuanya, ibunya Jisuk memutuskan untuk bertemu dengan orang tua si pria. Ia memohon-mohon agar anaknya di nikahkan. Hal itu terwujud, akhirnya mereka menikah dan dikaruniai seorang anak perempuan.

Suatu ketika, Jisuk terkena penyakit kanker. Hal ini membuat dirinya syok. Tahu akan hal ini, ia sesering mungkin untuk pulang menjenguk ibunya dan membawa ibunya jalan-jalan. Awalnya ini sempat dirahasiakan oleh Jisuk,akhirnya suami Jisuk memberitahu pada ibunya kalau ternyata Jisuk sakit. Ibunya merasa sangat terpukul karena tidak menyangka ini akan terjadi.

Nah.. disini yang membuat penonton menguras air mata, sedihnya bukan main..
Tapi, disamping kesedihan itu terdapat unsur komedi juga... jadi campur aduk deh :D

Wedding Dress
Film ini menceritakan seorang singel-parent (go eun) yang bekerja sebagai perancang busana pengantin. Memiliki seorang anak perempuan (So Ra) yang cerdas. Go eun sering disibukkan dengan pekerjaannya yang membuat anaknya mulai terbiasa sendirian. Walaupun begitu, So Ra selalu meminta agar rambutnya disisir setiap selesai mandi.

Suatu ketika go eun divonis dokter mengidap penyakit kanker lambung, yang hidupnya tidak akan lama lagi. Sadar akan hal itu, Go eun lebih banyak meluangkan waktu bersama So ra.Awalnya Go eun sempat merahasiakan ini dari anaknya. Sampai akhirnya So ra tahu bahwa ibunya sakit parah yang hidupnya tidak akan lama. Dan saat ibunya meninggal, So ra menangis sejadi-jadinya dan memberontak

Cerita ini tidak hanya menguras air mata, tetapi juga menguras tisu.. Banyak dari kalimat yang diucapkan sora yang menyentuh hati. Salah satunya “ibuku sayang, aku senang menjadi anakmu, maaf aku selalu mengeluhkan masakan ibu, dan ibu terlalu sibuk tak bisa bermain denganku.. tapi hanya ibu yang paling kusayangi.. ibu, apa ibu sakit ? aku ingin biar aku saja yang sakit”  




WindStruck
Film yang berasal dari korea ini, menceritakan kehidupan sepasang kekasih. Myung Wo berprofesi sebagai guru dan Kyung Jin berprofesi sebagai polisi wanita. Awalnya kedekatan mereka muncul saat Kyung jin yang salah menangkap orang yang dikiranya copet. Tidak hanya itu, mereka bertemu kembali saat Myung Woo menjadi sukarelawan dan
melakukan patroli yang rekan partnernya adalah Kyung Jin. Pada saat berpatroli, mereka menemukan bandar narkoba. Karena takut, Myung Woo berusaha kabur tapi langsung dicegat oleh Kyung Jin dengan memborgol tangan mereka. Setelah keadaan mulai tenang, Kyung Jin sadar kunci borgolnya ilang dan mereka harus tinggal mereka semalaman. Semenjak itu, mulai tumbuh benih-benih cinta diantara mereka.

Pada suatu ketika, Myung Woo ingin membantu Kyung Jin dalam melakukan tugasnya menangkap penjahat kelas kakap. Pada saat terjadi adu tembak, Myung Wo terkena tembakan yang pada akhirnya Myung Wo meninggal dunia.

Nah disitulah yang membuat bergelinang air mata.Kehilangan seseorang yang sangat dicintai. Tidak hanya romantis, film ini juga terdapat unsur komedi yang membuat film ini menjadi lebih seru.
Romantis tapi sedih...

Gambaran Umum Perusahaan Dagang

Perusahaan yang kegiatan pokoknya membeli barang dengan tujuan untuk dijual kembali. Bedanya dengan perusahaan lain, terletak pada kegiatannya, yaitu: membeli barang dagangan,meyimpan sementara kemudian menjual kembali.

Siklus kegiatan perusahaan dagang :
1.    Pembelian
Pembelian barang dpat dilakukan secara tunai maupun kredit. Kegiatan pembelian meliputi : pembelian aktiva produksi,pembelian barang dagang serta pembelian barang dan jasa lain dalam rangka kegiatan usaha. Terkadang , barang yang dibeli rusak atau tidak sesuai dengan pesanan. Apabila itu terjadi,pembeli berhak mengclaim barang tersebut. Umumnya ,untuk mencatat perkiraan pengurangan harga dan pengembalian dinamakan Retur Pembelian.( purchase return)
2.    Pengeluaran Uang
Pembelian diikuti pembayaran tergantung dari syarat jual beli yang ditetapkan, disamping pembelian barang dan jasa, pembayaran dapat dilakukan untuk keperluan lain, seperti mengembalikan pinjaman, atau membagikan laba kepada pemilik.
3.    Penjualan
Pada saat perusahaan menjual barang dagangannya, maka akan memperoleh pendapatan. Penjualan dapat dilakukan secara tunai maupun kredit. Sama halnya dengan pembelian, penjualan juga mempunyai Retur Penjualan (sales return) yang akan mengurangi pendapatan dan piutang dagang.
4.    Penerimaan Uang
Penjualan diikuti penerimaan uang tergantung pada syarat jual beli yang ditetapkan. Disamping dari penjualan, perusahaan menerima uang dari sumber-sumber lain : setoran modal pemilik, pinjaman kreditur dll.

POTONGAN HARGA
Potongan harga terdiri atas:
1. Potongan Tunai
Merupakan potongan harga yang diberikan apabila dilakukan lebih cepat dari jangka eaktu kredit. Dari segi penjual dinamakan potongan penjualan (sales discount) sedangkan dari segi pembeli dinamakan (purchase discount). Potongan tunai biasanya dinyatakan dengan 2/10,n/30 artinya potongan sebesar 2% diberikan bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari setekah tanggal transaksi,sementara jangka waktu kredit yang diberikan adalah 30 hari.
2. Potongan Perdagangan
Potongan ini diberikan karena adanya perbedaan cara penjualan atau perbedaan langganan yang dilayani, misal perusahaan memberikan potongan 30% untuk penjualan yang dilakukan kepada pedagang besar,sedangkan pedangang eceran diberikan potongan 15%.


Sistem akuntansi untuk mencatat barang dagang yang dijual ada 2 sistem  :

SISTEM PERIODIK
SISTEM PERPETUAL
Pada sistem ini pendapatan dari penjualan di catat pada saat penjualan dilakukan, tetapi harga pokok barang terjual tidak langsung dicatat pada saat penjualan tersebut, tetapi pada akhir periode akan ditentukan berapakah harga pokok barang yang terjual selama periode itu dan nilai persediaan yang masih ada pada akhir periode.

Pada sistem ini jumlah penjualan maupun HPP (Harga Pokok Penjualan) akan dicatat setiap barang terjual, sehingga dengan ini catatan akuntansi akan terus menerus mengungkapkan persediaan barang yang masih ada.


FOB shipping point : Beban angkut ditanggung pembeli
FOB Destination      : Beban angkut ditanggung


Sistem Periodik
Sistem Perpetual
Pembelian barang dagangan secara kredit
Purchase
      Account payable
Merchandise inventory
               Account payable
Retur pembelian
Account payable
      Purchase return
Account payable
                Merchan. Inventory
Beban angkut pembelian
Freight in
      Account payable
Merchandise inventory
               Account payable
Pembayaran dalam kurun waktu/masa waktu (pembelian secara tunai)
Account payable
Cash
Purchase discount
Account payable
Cash
Merchan. inventory 
Penjualan secara kredit
Account receivable
Sales
Account receivable
Cos of goods sold(COGS)
Sales
Merchan.inventory
Retur penjualan
Sales return
Account receivable
Sales return
Merchan. Inventory
Account receivable
COGS
penerimaan kas pembayaran pada periode diskon
Cash
Sales discount
Account receivable
Cash
Sales discount
Account receivable

JURNAL PENYESUAIAN 
Pada akhir periode akuntansi bila suatu perusahaan menilai persediannya dengan sistem periodik, berarti persediaan barang dagangan yang ada belum dicatat. Sedangkan persediaan awal telah laku dijual oleh karenanya pada akhir periode akuntansi harus dilakukan, ayat penyesuaian untuk kedua perkiraan tersebut :

SISTEM PERIODIK
SISTEM PERPETUAL
Pada sistem ini pendapatan dari penjualan di catat pada saat penjualan dilakukan, tetapi harga pokok barang terjual tidak langsung dicatat pada saat penjualan tersebut, tetapi pada akhir periode akan ditentukan berapakah harga pokok barang yang terjual selama periode itu dan nilai persediaan yang masih ada pada akhir periode.

Pada sistem ini jumlah penjualan maupun HPP (Harga Pokok Penjualan) akan dicatat setiap barang terjual, sehingga dengan ini catatan akuntansi akan terus menerus mengungkapkan persediaan barang yang masih ada

JURNAL BALIK (reversing entries)
Jurnal yang dibuat pada awal suatu akuntansi untuk membaliak jurnal penyesuaian tertentu yang dibuat pada periode sebelumnya. Sebenarnya jurnal ini tidak harus dibuat, tetapi dibuat agar pencatatan dalam periode berikutnya dapat dilakukan dengan lebih mudah. Misal :
Pada periode sebelumnya transaksi tersebut belum dibayar tetapi sudah diakui sebagai biaya.
            Biaya gaji       xx
                        Hutang gaji   xx
Pada awal periode, transaksi dibayar :
            Biaya gaji       xx
                        Kas                 xx
Untuk memperbaiki jurnal pernyesuaian ke jurnal yang sebenanrnya maka dilakukan jurnal balik :
            Hutang gaji   xx
                        Biaya gaji       xx

KOREKSI KESALAHAN
Kesalahan pada saat pencatatan transaksi suatu hal yang tidak dapat dihindarkan.
-          Kesalahan dalam pencatatan di jurnal yang belum dipindahkan ke buku besar dapat dikoreksi dengan jalan mencoret kesalahan tersebut dan menggantinya dengan nama perkiraan,jumlah, atau letak debit kredit yang sesuai.
-          Bila kesalahan dalam jurnal telah dipindahkan ke buku besar maka harus dibuatkan jurnal koreksi.
Contoh : Pembelian peralatan xx salah catat dalam jurnal dan buku besar dengan mendebit perkiraan perlengkapan dan mengkredit perkiraan kas xxx. 

Jurnal yang Salah
Seharusnya
Jurnal Koreksi
Perlengkapan           xx
          Kas                         xx
Peralatan       xx
          Kas                         xx
Peralatan       xx
     Perlengkapan      xx           


Posted on by Putri Rahmayeni | 1 comment

Siklus Akuntansi

Akuntansi merupakan suatu proses yang berkesinambungan dari satu periode ke periode berikutnya. Diawali dengan pengumpulan dan pencatatan data data transaksi keuangan sampai terjadinya laporan keuangan perusahaan. Proses ini terjadi berulang-ulang dari 1 periode ke periode berikutnya, dan informasi yang terdapat pada akhir periode akan menjadi informasi awal periode berikutnya. Oleh karena proses yang terjadi berulang ulang maka proses akuntansi tersebut dikatakan sebagai SIKLUS AKUNTANSI . Hasil akhir dari siklus akuntansi adalah laporan keuangan yang terdiri dari : Neraca , Perhitungan rugi-laba , Laporan perubahan modal/Laporan laba ditahan.

Tahap Pencatatan Dan Pengikhtisaran
Disetiap adanya transakasi pasti memerlukan suatu bukti transaksi. Bukti ini digunakan apabila terjadi masalah di kemudian hari. Terdapat 2 bukti transaksi yaitu, bukti intern (berasal dari perusahaan itu sendiri) dan bukti ekstern (berasal dari luar perusahaan).
Pencatatan dalam jurnal menjadi dasar penentuan ke rekening mana suatu transaksi di catat, disisi mana dicatat, dan keterangan singkat tentang transaksi. Jadi jurnal itu sebagai media pencatatan yang sistematis untuk mencatat transaksi bisnis yang terjadi pada perusahaan. Didalam pencatatan jurnal juga dibutuhkan bukti jurnal yang gunanya itu sebagai bukti pencatatan akuntansi yang dibuat oleh perusahaan. Apabila pembuatan bukti jurnal berbeda dengan terjadinya transaksi, bukti jurnal tetap diberi tanggal menurut tanggal kwitansi.
Jurnal yang sering kita gunakan biasanya dalam bentuk 2 kolom dan merupakan jurnal tunggal, artinya seluruh transaksi dicatat dalam 1 buku jurnal yang sering disebut JURNAL UMUM .

Tahap Pengikhtisaran
Pada tahap pengikhtisaran neraca saldo merupakan titik awal yang baik untuk menyusun laporan keuangan, baik untuk perhitungan rugi laba maupun perubahan modal. Tetapi kebenaran jumlah dalam neraca saldo tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Penyebabnya adalah belom dibuatnya dokumen pada akhir periode, sehingga transaksi belum dicatat. Untuk mengatasinya maka dibuat ayat jurnal penyesuaian sehingga mencerminkan keadaan aktiva,kewajiban,biaya,pendapatan dan modal yang sebenarnya.
Ø  JURNAL PENYESUAIAN
Ada 2 macam keadaan dimana jurnal penyesuaian dibuat :
a.    Keadaan dimana suatu transaksi telah terjadi,tetapi belum dicatat dalam perkiraan
Contoh: Biaya gaji.
  Biaya gaji terjadi antara hari pembayaran terakhir dan tanggal laporan keuangan. Biasanya biaya ini belum dicatet dalam perkiraan, umumnya dicatat pada waktu dibayar. Keadaan ini menyebabkan adanya hutang gaji dan biaya gaji yang belum dicatat. Pada saat akan dibuat laporan keuangan, perkiraan utang gaji dan biaya gaji perlu disesuaikan.
                          
b.    Keadaan dimana suatu transaksi telah dicatat dalam suatu perkiraan, tetapi saldonya perlu dikoreksi untuk mencerminkan keadaan sebenarnya
Contoh : Perlengkapan.
   Perlengkapan yang telah dibeli, dicatat pada dalam perkiraan aktiva. Sebagian dari perlengakapn itu sudah dipakai dalam kegiatan perusahaan. Dalam keadaan demikian suatu ayat jurnal penyesuaian akan membuat saldo perkiraan aktiva yang mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Dalam jurnal penyesuaian, terdapat 2 rumus : 
Tahap Pencatatan Dan Pengikhtisaran
Disetiap adanya transakasi pasti memerlukan suatu bukti transaksi. Bukti ini digunakan apabila terjadi masalah di kemudian hari. Terdapat 2 bukti transaksi yaitu, bukti intern (berasal dari perusahaan itu sendiri) dan bukti ekstern (berasal dari luar perusahaan).
Pencatatan dalam jurnal menjadi dasar penentuan ke rekening mana suatu transaksi di catat, disisi mana dicatat, dan keterangan singkat tentang transaksi. Jadi jurnal itu sebagai media pencatatan yang sistematis untuk mencatat transaksi bisnis yang terjadi pada perusahaan. Didalam pencatatan jurnal juga dibutuhkan bukti jurnal yang gunanya itu sebagai bukti pencatatan akuntansi yang dibuat oleh perusahaan. Apabila pembuatan bukti jurnal berbeda dengan terjadinya transaksi, bukti jurnal tetap diberi tanggal menurut tanggal kwitansi.
Jurnal yang sering kita gunakan biasanya dalam bentuk 2 kolom dan merupakan jurnal tunggal, artinya seluruh transaksi dicatat dalam 1 buku jurnal yang sering disebut JURNAL UMUM .
Tahap Pengikhtisaran
Pada tahap pengikhtisaran neraca saldo merupakan titik awal yang baik untuk menyusun laporan keuangan, baik untuk perhitungan rugi laba maupun perubahan modal. Tetapi kebenaran jumlah dalam neraca saldo tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Penyebabnya adalah belom dibuatnya dokumen pada akhir periode, sehingga transaksi belum dicatat. Untuk mengatasinya maka dibuat ayat jurnal penyesuaian sehingga mencerminkan keadaan aktiva,kewajiban,biaya,pendapatan dan modal yang sebenarnya.
Ø  JURNAL PENYESUAIAN
Ada 2 macam keadaan dimana jurnal penyesuaian dibuat :
a.    Keadaan dimana suatu transaksi telah terjadi,tetapi belum dicatat dalam perkiraan
Contoh: Biaya gaji.
  Biaya gaji terjadi antara hari pembayaran terakhir dan tanggal laporan keuangan. Biasanya biaya ini belum dicatet dalam perkiraan, umumnya dicatat pada waktu dibayar. Keadaan ini menyebabkan adanya hutang gaji dan biaya gaji yang belum dicatat. Pada saat akan dibuat laporan keuangan, perkiraan utang gaji dan biaya gaji perlu disesuaikan.
                          
b.    Keadaan dimana suatu transaksi telah dicatat dalam suatu perkiraan, tetapi saldonya perlu dikoreksi untuk mencerminkan keadaan sebenarnya
Contoh : Perlengkapan.
   Perlengkapan yang telah dibeli, dicatat pada dalam perkiraan aktiva. Sebagian dari perlengakapn itu sudah dipakai dalam kegiatan perusahaan. Dalam keadaan demikian suatu ayat jurnal penyesuaian akan membuat saldo perkiraan aktiva yang mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
Dalam jurnal penyesuaian, terdapat 2 rumus :
UE : Umur Ekonomis
NB : Nilai Buku


Ø  NERACA SALDO DISESUAIKAN
Kolom ini mencerminkan neraca saldo telah sesuai dengan jurnal penyesuaian yang sebenarnya. Saldo perkiraan yang tidak dipengaruhi oleh jurnal penyesuain langsung dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan. Misalnya mengenai perkiraan kas.

Ø  PERHITUNGAN RUGI LABA
Tahap selanjutnya yaitu memindahkan saldo setiap perkiraan yang ada ke kolom laporan keuangan yang tepat. Perkiraan-perkiraan aktiva,kewajiban,dan modal dipindahkan ke kolom neraca. Perkiraan-perkiraan pendapatan dan biaya dipindahkan ke kolom rugi-laba. Walaupun perkiraan modal dan prive dicatat dalam neraca, mereka juga akan digunakan dalam penyusunan laporan perubahan modal.
Laba atau rugi bersih dapat dicari dengan mengurangkan jumlah debet pada jumlah kredit kolom. Apabila jumlah kredit kolom > jumlah kolom debit maka disebut laba bersih. Sebaliknya apabila jumlah kolom debit > jumlah kolom kredit maka sisanya adalah rugi laba.

Ø  JURNAL PENUTUP
Jural penutup adalah jurnal untuk menolkan saldo perkiraan sementara apabila akan dimulai pencatatan data akuntansi periode berikutnya.Biasanya terdiri dari 6 jenis perkiraan (aktiva,kewajiban,modal,prive,pendapatan,biaya). Pendapatan, biaya, dan prive merupakan perkiraan sementara yang digunakan untuk mengiktisar perubahan yang terjadi pada perkiraan modal.  Untuk melakukan jurnal penutup diperlukan tambahan perkiraan untuk mengiktisar data. Pengikhtisar ini disebut ikhtisar Rugi-laba.
Setelah jurnal penutup dicatat, posisi ke-6 perkiraan tersebut akan menjadi
-          Aktiva (D)
-          Kewajiban (K)
-          Modal (K)
-          Prive (0)
-          Pendapatan (0)
-          Biaya (0)

Ø  PEMBUATAN NERACA SALDO PENUTUP
Tujuan dibuatnya ini adalah memastikan bahwa buku besar telah seimbang sebelum memulai pecatatan data akuntansi periode berikutnya, neraca saldo penutup dapat dibuat dengan mengambil saldo perkiraan di buku besar setalah jurnal penutup dibukukan.

Ø  JURNAL PEMBALIK
Beberapa dari ayat jurnal penyesuaian yang dicatat pada akhir tahun mempunyai pengaruh penting terhadap transaksi rutin yang terjadi tahun berikutnya. Misal biaya gaji yang terutang pada akhir tahun dan buna uang telah dihasilkan tetapi belum diterima akhir tahun. Untuk menyederhanakan pencatatan transaksi yang berkaitan dengan ayat jurnal peenyesuaian tersebut maka digunakan jurnal pembalik.

Persamaan Akuntansi

SISTEM PENCATATAN AKUNTANSI
Disetiap transaksi dinyatakan dalam bentuk persamaan akuntansi. Persamaan dasar akuntansi :

 Harta= Hutang + Modal 

Di dalam pencatatan akuntansi dikenal dengan istilah debit dan kredit. Kedua istilah tersebut digunakan dalam proses pencatatan dimana ayat jurnal dibuat. Mencatat suatu jumlah pada sisi kiri akun disebut mendebit akun dan sebaliknya mencatat pada sisi kanan akun disebut menkredit akun.
Prosedur pencatatan akuntansi merupakan suatu kebiasaaan atau aturan akuntansi. Akuntansi bisa berfungsi sama baiknya jika debit dan kredit dibalik. Akan tetapi kebiasaan mendebit pada sisi kiri dan menkredit pada sisi kanan telah diadopsi di Amerika Serikat.
Menurut sistem akuntansi berpasangan (double-entry accounting system) yang digunakan secara universal, pengaruh berganda yang dicatat dalam setiap transaksi dicatat pada akun yang sesuai. Sistem ini menawarkan cara transaksi membuktikan keakuratan dari jumlah yang sama pada sisi debit dan kredit, maka jumlah debit  = jumlah kredit.
Semua akun aktiva dan beban meningkat pada sisi debit (sisi kiri) dan penurunan pada sisi kredit (sisi kanan). Sebaliknya semua akun kewajiban dan pendapatan meningkat pada sisi debit (sisi kanan). Akun ekuitas pemegang saham, seperti saham biasa dan laba ditahan akan meningkat pada sisi kredit sedangkan deviden pada sisi debit.

Aturan debit,kredit dan saldo normal untuk macam-macam perkiraan, sebagai berikut
Jenis Perkiraan
Bertambah
Berkurang
Saldo Normal
Harta
Kewajiban
Modal
Prive
Pendapatan
Biaya-biaya
D
K
K
D
K
D
K
D
D
K
D
K


D
K
K
D
K
D


UNSUR-UNSUR POKOK LAPORAN KEUANGAN
Di dalam akuntansi terdapat 2 iktisar penting, yaitu
1.    Daftar yang berisikan jenis dan jumlah nilai milik perusahaan serta hak milik
2.    Daftar yang memberikan laporan mengenai pengaruh kegiatan perusahaan
Di dalam laporan keuangan (financial statement) dikenal beberapa daftar :
·         Balance Sheet ( neraca )
Suatu daftar yang menggambarkan ringkasan jenis harta (aktiva), hutang dan modal suatu oerusahaan pada saat tertentu.
·         Income Statement ( Laporan Laba/Rugi )
Suatu daftar yang berisikan ringkasan dari hasil-hasil yang diterima perusahaan dan biaya-biaya yang dikeluarkan serta pengarihnya terhadap modal perusahaan pada jangka waktu pembukuan tertentu.
Akun-akun yang terdapat pada Balance Sheet dan Income Statement, :
1. Aktiva : Jumlah uang yang dinyatakan untuk sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan, yang meliputi uang,barang,dan hak-hak yang akan diberikan dimasa yang akan datang dan didapat dari transaksi-transaksi di masa lau
Aktiva terdiri dari:
a)    Aktiva lancar ( Current Assets)
Memiliki masa manfaat < 1 tahun, terdiri dari :
-          Kas
-          Wesel
-          Piutang dagang
-          Persediaan barang dagang
-          Biaya dibayar dimuka, dll

b)    Aktiva tetap (Fixed Assets)
Memiliki masa manfaat > 1 tahun, terdiri dari :
-          Tanah
-          Bangunan
-          Akumulasi penyusutan bangunan
-          Peralatan
-          Akumulasi penyusutan peralatan
-          Perlengkapan
-          Akumulasi penyusutan perlengkapan
-          Kendaraan
-          Akumulasi penyusutan kendaraan, dll

c)    Utang (Liability)
Jumlah uang yang dinyatakan terhadap kewajiban-kewajiban yang melekat pada perusahaan untuk menyerahkan sumber-sumber ekonomi kepada pihak lain dimasa yang akan datang. Terdiri dari :
-          Hutang Lancar (Current Liabilities) : Hutang jangka pendek yang harus dilunasi dalam waktu 1 thn.
-          Promes bayar (Notes payable) : Surat janji yang diberikan perusahaan pertanda adanya kesanggupan perusahaan untuk melunasi hutang pada waktu yang ditentukan.
-          Hutang dagang (Account Payable) : Kewajiban yang timbul akibat membeli barang dagangan,peralatan dari pihak ketiga
-          Rekening yang masih harus dibayar (Accounts Liability) : Biaya biaya yang masih harus dibayar karena prestasinya sudah diterima,seperti hutang gaji, upah

d)    Modal (Equity)
Jumlah uang yang dinyatakan untuk sisa hak atas aktiva perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh utang-utangnya.

e)    Pendapatan (Revenue)
Jumlah kotor dari kenaikan aktiva atau penurunan utang atau kombinasi dari keduanya. Pendapatan timbul dari aktifitas perusahaan yang mengakibatkan diperolehnya pendapatan atau laba bagi perusahaan dalam 1 periode.

f)     Biaya (Exspenses)
Biaya timbul dari kegiatan perusahaan dalam usaha perusahaan untuk mendapatkan pendapatan dalam 1 periode

Aktiva
Passiva
Current Assets
   Cash
   Account receivable
   Merchandise inventory
   Notes Receivable
   Prepaid Expense
     Total current asset                    xxx

Fixed Assets
   Land
   Building
   Acm.depr building
   Supplies
   Acm.depr supplies
   Equipment
   Acm.depr equipment
      Total fixed assets                      xxx
                                                                     +
Total Aktiva                                     xxx
Current Liabilities
   Notes payable
   Account payable
   Account liability


     Total cuurent liabilities              xxx

Long term-liability
   Bank loan
   Mortagages payable
      Total long term-liabilites          xxx

Capital
    Mr. Bama capital                          xxx

       Total liabilities                           xxx
                                                                     +
Total Passiva                                     xxx

Nilainya sama

PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI
Merupakan pedoman umum yang dipakai didalam penyelenggaraan akuntansi. Prinsip tersebut berkenaan dengan bagaimana aktiva,hutang,modal,pendapatan,dan biaya-biaya harus di identifikasikan,diukur,dicatat dan disajikan didalam laporan keuangan.
Pada dasarnya prinsip-prinsip akuntansi yang lazim diklasifikasikan sebagai berikut :
a.    Prinsip Harga Perolehan (Cost Principle)
Pada prinsip ini pendapatan diartikan sebagai kenaikan kekayaan bersih perusahaan selain dari transaksi-transaksi modal.Besarnya pendapatan diukur dengan aktiva yang baru diterima dari :
-          Penjualan barang/jasa perusahaan
-          Bunga,sewa,royalti,deviden
-          Keuntungan bersih dari penjualan aktiva selain barang dagang
-          Keuntungan yang berasal dari pelunasan hutang
Penjualan dianggap telah terjadi saat penyerahan hak milik oleh penjual kepada pembeli. Saat pengakuan pedapatan tersebut dsiebut dengan SALES BASIS .
Kriteria yang harus dipenuhi saat pendapatan diakui, yaitu :
-          Proses untuk merealisasikan pendapatan itu sudah diselesaikan.
-          Tealh terjadi transaksi pertukaran yang menyangkut pertukaran barang atau jasa kepada pihak lain.

b.    Prinsip Realisasi Pendapatan
Prinsip ini menyangkut cara penentuan pendapatan berkala yang dapat menjadi prinsip-prinsip akuntansi.

c.    Prinsip Mempertemukan Pendapatan Dan Biaya
Prinsip ini bertujuan untuk menyajikan laba bersih yang wajar pada setiap periode akuntansi.
d.    Prinsip Pengungkapan Penuh Dalam Laporan Keuangan
Prinsip ini didasarkan pada pertimbangan bahwa laporan keuangan harus dapat memberikan cukup informasi yang dapat mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh para pemakai laporan keuangan tersebut.
Posted on by Putri Rahmayeni | 1 comment