Rabu, 08 Januari 2014

Gambaran Umum Perusahaan Dagang

Perusahaan yang kegiatan pokoknya membeli barang dengan tujuan untuk dijual kembali. Bedanya dengan perusahaan lain, terletak pada kegiatannya, yaitu: membeli barang dagangan,meyimpan sementara kemudian menjual kembali.

Siklus kegiatan perusahaan dagang :
1.    Pembelian
Pembelian barang dpat dilakukan secara tunai maupun kredit. Kegiatan pembelian meliputi : pembelian aktiva produksi,pembelian barang dagang serta pembelian barang dan jasa lain dalam rangka kegiatan usaha. Terkadang , barang yang dibeli rusak atau tidak sesuai dengan pesanan. Apabila itu terjadi,pembeli berhak mengclaim barang tersebut. Umumnya ,untuk mencatat perkiraan pengurangan harga dan pengembalian dinamakan Retur Pembelian.( purchase return)
2.    Pengeluaran Uang
Pembelian diikuti pembayaran tergantung dari syarat jual beli yang ditetapkan, disamping pembelian barang dan jasa, pembayaran dapat dilakukan untuk keperluan lain, seperti mengembalikan pinjaman, atau membagikan laba kepada pemilik.
3.    Penjualan
Pada saat perusahaan menjual barang dagangannya, maka akan memperoleh pendapatan. Penjualan dapat dilakukan secara tunai maupun kredit. Sama halnya dengan pembelian, penjualan juga mempunyai Retur Penjualan (sales return) yang akan mengurangi pendapatan dan piutang dagang.
4.    Penerimaan Uang
Penjualan diikuti penerimaan uang tergantung pada syarat jual beli yang ditetapkan. Disamping dari penjualan, perusahaan menerima uang dari sumber-sumber lain : setoran modal pemilik, pinjaman kreditur dll.

POTONGAN HARGA
Potongan harga terdiri atas:
1. Potongan Tunai
Merupakan potongan harga yang diberikan apabila dilakukan lebih cepat dari jangka eaktu kredit. Dari segi penjual dinamakan potongan penjualan (sales discount) sedangkan dari segi pembeli dinamakan (purchase discount). Potongan tunai biasanya dinyatakan dengan 2/10,n/30 artinya potongan sebesar 2% diberikan bila pembayaran dilakukan dalam jangka waktu 10 hari setekah tanggal transaksi,sementara jangka waktu kredit yang diberikan adalah 30 hari.
2. Potongan Perdagangan
Potongan ini diberikan karena adanya perbedaan cara penjualan atau perbedaan langganan yang dilayani, misal perusahaan memberikan potongan 30% untuk penjualan yang dilakukan kepada pedagang besar,sedangkan pedangang eceran diberikan potongan 15%.


Sistem akuntansi untuk mencatat barang dagang yang dijual ada 2 sistem  :

SISTEM PERIODIK
SISTEM PERPETUAL
Pada sistem ini pendapatan dari penjualan di catat pada saat penjualan dilakukan, tetapi harga pokok barang terjual tidak langsung dicatat pada saat penjualan tersebut, tetapi pada akhir periode akan ditentukan berapakah harga pokok barang yang terjual selama periode itu dan nilai persediaan yang masih ada pada akhir periode.

Pada sistem ini jumlah penjualan maupun HPP (Harga Pokok Penjualan) akan dicatat setiap barang terjual, sehingga dengan ini catatan akuntansi akan terus menerus mengungkapkan persediaan barang yang masih ada.


FOB shipping point : Beban angkut ditanggung pembeli
FOB Destination      : Beban angkut ditanggung


Sistem Periodik
Sistem Perpetual
Pembelian barang dagangan secara kredit
Purchase
      Account payable
Merchandise inventory
               Account payable
Retur pembelian
Account payable
      Purchase return
Account payable
                Merchan. Inventory
Beban angkut pembelian
Freight in
      Account payable
Merchandise inventory
               Account payable
Pembayaran dalam kurun waktu/masa waktu (pembelian secara tunai)
Account payable
Cash
Purchase discount
Account payable
Cash
Merchan. inventory 
Penjualan secara kredit
Account receivable
Sales
Account receivable
Cos of goods sold(COGS)
Sales
Merchan.inventory
Retur penjualan
Sales return
Account receivable
Sales return
Merchan. Inventory
Account receivable
COGS
penerimaan kas pembayaran pada periode diskon
Cash
Sales discount
Account receivable
Cash
Sales discount
Account receivable

JURNAL PENYESUAIAN 
Pada akhir periode akuntansi bila suatu perusahaan menilai persediannya dengan sistem periodik, berarti persediaan barang dagangan yang ada belum dicatat. Sedangkan persediaan awal telah laku dijual oleh karenanya pada akhir periode akuntansi harus dilakukan, ayat penyesuaian untuk kedua perkiraan tersebut :

SISTEM PERIODIK
SISTEM PERPETUAL
Pada sistem ini pendapatan dari penjualan di catat pada saat penjualan dilakukan, tetapi harga pokok barang terjual tidak langsung dicatat pada saat penjualan tersebut, tetapi pada akhir periode akan ditentukan berapakah harga pokok barang yang terjual selama periode itu dan nilai persediaan yang masih ada pada akhir periode.

Pada sistem ini jumlah penjualan maupun HPP (Harga Pokok Penjualan) akan dicatat setiap barang terjual, sehingga dengan ini catatan akuntansi akan terus menerus mengungkapkan persediaan barang yang masih ada

JURNAL BALIK (reversing entries)
Jurnal yang dibuat pada awal suatu akuntansi untuk membaliak jurnal penyesuaian tertentu yang dibuat pada periode sebelumnya. Sebenarnya jurnal ini tidak harus dibuat, tetapi dibuat agar pencatatan dalam periode berikutnya dapat dilakukan dengan lebih mudah. Misal :
Pada periode sebelumnya transaksi tersebut belum dibayar tetapi sudah diakui sebagai biaya.
            Biaya gaji       xx
                        Hutang gaji   xx
Pada awal periode, transaksi dibayar :
            Biaya gaji       xx
                        Kas                 xx
Untuk memperbaiki jurnal pernyesuaian ke jurnal yang sebenanrnya maka dilakukan jurnal balik :
            Hutang gaji   xx
                        Biaya gaji       xx

KOREKSI KESALAHAN
Kesalahan pada saat pencatatan transaksi suatu hal yang tidak dapat dihindarkan.
-          Kesalahan dalam pencatatan di jurnal yang belum dipindahkan ke buku besar dapat dikoreksi dengan jalan mencoret kesalahan tersebut dan menggantinya dengan nama perkiraan,jumlah, atau letak debit kredit yang sesuai.
-          Bila kesalahan dalam jurnal telah dipindahkan ke buku besar maka harus dibuatkan jurnal koreksi.
Contoh : Pembelian peralatan xx salah catat dalam jurnal dan buku besar dengan mendebit perkiraan perlengkapan dan mengkredit perkiraan kas xxx. 

Jurnal yang Salah
Seharusnya
Jurnal Koreksi
Perlengkapan           xx
          Kas                         xx
Peralatan       xx
          Kas                         xx
Peralatan       xx
     Perlengkapan      xx           


Posted on by Putri Rahmayeni | 1 comment

1 komentar:

  1. Semoga info ini bermanfaat juga, memang banyak orang yang ingin sukses udaha dagang nya tanpa dibarengi dengan kualitas produk & pelayanan yang dijualnya. Bagaimana bisa? Karena yang namanya cara dagang memang perlu adanya peningkatan kualitas barang dagangannya. Tak perlu melakukan hal yang repot seperti belajar bisnis atau kursus online. Umumnya orang dagang sudah punya banyak pengalaman sebagai usaha nyata (lahir) nya, tapi terkadang masih kurang mengerti ilmu pelarisan seperti dalam usaha batin nya. Maka dari itu silakan coba mengimbangi dengan sarana batin, seperti menggunakan sarana pelarisan. Banyak orang yang bilang sebaiknya memang usaha nyata (lahiriah) dengan usaha batiniahnya harus seimbang. Berbicara masalah pelarisan dagang, ada yang pernah menyarankan menggunakan sebuah JIMAT yang katanya AMPUH. Informasi selengkapnya
    saya peroleh dari DISINI>> JIMAT PELARISAN
    Semoga bermanfaat.




    kursus online

    BalasHapus